Fans_Q

Selasa, 20 November 2012

Apakah kalian pernah memegang stop contact dengan keadaan tangan yang masih basah?
Jika pernah, apa yang terjadi?mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Untuk menjawab semua pertanyaan itu, kita harus mempelajari materi dibawah ini……
MARI BELAJAR TEMAN-TEMAN JJJJ
Larutan Elektrolit Dan Nonelektrolit

Anda pasti pernah memancing ikan atau melihat memancing ikan, selain dengan dipancing ada beberapa cara lain yang digunakan untuk menangkap ikan, seperti dengan menggunakan pukat, jarring, dengan dibom, ditombak dan disentrum. Mengapa proses penangkapan ikan dengan cara penyentruman dapat membuat ikan menjadi mati??padahal yang disentrum airnya bukan ikannya…
Ayoo kita cari tau penyebabnya J
1.  Larutan Elektrolit Dan Nonelektrolit
a.  Larutan Elektrolit
Kita sering mendengar kata larutan. Ada larutan gula, larutan garam, larutan teh. Tapi bagaimana dengan air kopi? Apakah kita menganggapnya sebagai sebuah larutan?
Suatu campuran terdiri dari dua komponen utama, yaitu zat terlarut dan zat pelarut. Jika dari contoh di atas zat terlarutnya adalah, gula, garam, teh, dan kopi; sedangkan zat pelarutnya adalah air.
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik positif dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif) Jumlah muatan ion positif akan sama dengan jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-ion inilah yang bertugas mengahantarkan arus listrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit.
Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau timbulnya gelembung gas dalam larutan.
Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion). Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Michael Faraday, diketahui bahwa jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif mengalami oksidasi. Contoh, pada laruutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut.
HCl(aq)
H+(aq) + Cl-(aq)
Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e-
H2(g)
Reaksi oksidasi : 2Cl-(aq)
Cl2(g) + 2e-
Larutan elektrolit terbagi menjadi 2 macam, yaitu elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah
Pada larutan elektrolit kuat, seluruh molekulnya terurai menjadi ion-ion (terionisasi sempurna). Karena banyak ion yang dapat menghantarkan arus listrik, maka daya hantarnya kuat. pada persamaan reaksi, ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke kanan.
Contoh :
NaCl(s)
Na+ (aq) + Cl- (aq)
Contoh larutan elektrolit kuat :
Asam, contohnya asam sulfat (H2SO4), asam nitrat (HNO3), asam klorida (HCl)
Basa, contohnya natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksida (KOH), barium hidroksida (Ba(OH)2)
Garam, hampir semua senyawa kecuali garam merkuri
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya. Hal ini disebabkan tidak semua terurai menjadi ion-ion (ionisasi tidak sempurna) sehingga dalam larutan hanya ada sedikit ion-ion yang dapat menghantarkan arus listrik. Dalam persamaan reaksi, ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik).



1.1 Gambar perbedaan antara larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar